This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 05 Juni 2016

Indikasi Loperamide serta efek sampingnya



Pengertian Loperamide

Loperamide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare akut. Jenis diare ini menyerang secara tiba-tiba dan biasanya berhenti dalam waktu beberapa hari. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, virus atau jenis kuman lainnya.
Obat antidiare ini berfungsi memperlambat aktivitas usus besar sehingga makanan akan tertahan lebih lama di dalam usus. Dengan begitu, usus akan menyerap lebih banyak air dan tinja akan menjadi lebih padat. Tetapi harap diingat bahwa obat ini hanya dapat meredakan gejala diare dan tidak mengobati penyebabnya.
Sebagian besar penderita diare akut bisa sembuh dengan banyak minum untuk mencegah dehidrasi dan tanpa penanganan khusus. Tetapi kita juga dapat menggunakan obat antidiare untuk mengurangi frekuensi buang air besar yang dialami. Obat ini umumnya hanya dikonsumsi selama 24 jam.
Diare akibat sindrom iritasi usus juga dapat diobati dengan loperamide. Demikian pula dengan pasien yang membutuhkan bantuan untuk menormalisasi aktivitas usus besar setelah menjalani operasi usus.
Image result for indikasi loperamide

Tentang Loperamide

Jenis obatAntidiare
GolonganObat resep
ManfaatMengatasi diare akut
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas
BentukTablet dan kapsul
Loperamide tersedia dalam berbagai merek dan harus digunakan dengan resep dokter.
Peringatan
  • Wanita yang sedang hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi loperamide.
  • Ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan loperamide.
  • Sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 24 jam untuk mengobati diare akut dan dua minggu untuk diare akibat sindrom iritasi usus.
  • Jangan lupa untuk banyak minum air selama mengalami diare guna mencegah dehidrasi.
  • Jika mengonsumsi loperamide, sebaiknya tidak mengemudikan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing pada sebagian orang.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita gangguan hati, kolitis ulseratif atau kondisi pencernaan kronis lainnya.
  • Hentikan penggunaan jika diare sudah berhenti.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Loperamide
Loperamide dapat digunakan untuk mengatasi diare akut pada pasien berusia 12 tahun hingga dewasa. Tetapi untuk mengatasi diare akibat sindrom iritasi usus, obat ini hanya boleh digunakan oleh pasien dewasa.
Dosis loperamide tergantung kepada jenis diare serta tingkat keparahannya. Takaran umum penggunaannya adalah 4 mg pada konsumsi pertama dan 2 mg tiap selesai buang air besar. Dosis maksimal penggunaannya adalah 12 mg per 24 jam.
Loperamide tidak boleh dikonsumsi lebih dari 24 jam saat mengatasi diare akut. Sementara untuk diare akibat sindrom iritasi usus, penggunaan obat ini sebaiknya tidak lebih dari dua minggu.

Mengonsumsi Loperamide dengan Benar

Gunakanlah loperamide sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Loperamide tidak bisa menggantikan carian yang terbuang akibat diare. Karena itu, penting bagi pasien untuk tetap banyak minum cairan guna mencegah dehidrasi selama diare. Selain air putih, jus, atau sup, pasien juga disarankan meminum oralit. Hindari minuman bersoda. Konsumsilah makanan sederhana dalam porsi kecil jika memungkinkan, misalnya bubur, nasi putih, atau roti. Jika diare tidak kunjung membaik selama 48 jam, hubungi dokter.
Bagi pasien yang lupa menggunakan loperamide, disarankan segera menggunakannya begitu teringat. Jangan menggandakan dosis loperamide pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Loperamide

Tiap obat pasti memiliki efek samping, begitu juga dengan loperamide. Efek samping yang umumnya dialami pasien selama menggunakan obat ini meliputi:
Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping di atas dengan tingkat keparahan yang tinggi.

Radang Tenggorakan, Gejalanya, Penyebab, Serta Pengobatannya

Pengertian Sakit Tenggorokan


Sakit tenggorokan atau disebut faringitis, terjadi karena infeksi bakteri atau virus seperti dalam kasus pilek. Kekebalan terhadap sakit tenggorokan baru terbentuk pada usia dewasa sehingga penyakit ini umumnya lebih banyak menyerang anak kecil dan remaja. Selain sakit saat menelan, sakit tenggorokan juga dapat disertai gejala berikut:
  • Sakit kepala
  • Kelenjar yang membesar pada leher
  • Tonsil/amandel yang bengkak akibat radang
  • Nyeri otot
  • Batuk
    • Hidung beringus       
    • 1. Cara Mengurangi Gejala
  • Meski dapat sembuh tanpa obat-obatan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala:
  • Hindari merokok. Juga hindari lingkungan penuh asap.
  • Remaja dan orang dewasa dapat mengisap permen pereda tenggorokan.
  • Hindari iritasi tenggorokan dengan tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas.
  • Minum cukup air, terutama jika Anda sedang demam.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk mengurangi radang tenggorokan.

Saat yang Tepat untuk Menemui Dokter

Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam 3-4 hari tanpa konsumsi obat-obatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran seperti ibuprofen dan parasetamol, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter jika mengalami:
  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah 2 minggu.
  • Beberapa kali sakit tenggorokan yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan pereda nyeri.
  • Sakit tenggorokan yang disertai demam berhari-hari di atas 38°C, dan tidak dapat diredakan dengan obat-obatan.
Pengobatan sakit tenggorokan baru akan ditangani dengan antibiotik jika gejala yang terdeteksi dianggap berisiko menimbulkan infeksi lebih serius. Sementara itu, kondisi berikut ini dapat memperburuk sakit tenggorokan:
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat anti-rematik yang membuat kekebalan tubuh menjadi lebih lemah.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh misalnya akibat HIV/AIDS atau gagal ginjal kronis.

Gejala Sakit Tenggorokan


Sakit tenggorokan dapat disertai gejala-gejala seperti sakit saat menelan, sakit kepala, kelenjar yang membesar pada leher, radang yang menyebabkan tenggorokan sakit, dan perubahan warna tonsil menjadi merah. Sakit tenggorokan juga dapat disertai dengan gejala-gejala yang merujuk pada infeksi, antara lain:
Demam yang menyertai sakit tenggorokan sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi lebih serius seperti:
  • Abses peritonsiler atau quinsy, yaitu pembengkakan bernanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil.
  • Epiglottitis, yaitu peradangan lipatan jaringan di belakang tenggorokan, di bawah lidah (epiglotis) yang bisa menghambat pernapasan tidak ditangani dengan baik.
  • Infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan. Pendeteksian dilakukan dengan tes darah.
Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam 3-4 hari tanpa konsumsi obat-obatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran seperti ibuprofen dan parasetamol, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter jika mengalami:
  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah 2 minggu.
  • Beberapa kali sakit tenggorokan yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan pereda nyeri.
  • Sakit tenggorokan yang disertai demam berhari-hari di atas 38°C, dan tidak dapat diredakan dengan obat-obatan.

Lebih Berisiko

Umumnya mereka yang lebih berisiko mengidap sakit tenggorokan adalah orang yang sistem kekebalannya sedang melemah karena sedang mengonsumsi obat-obatan atau mengidap penyakit tertentu.
Penderita penyakit tertentu berisiko mengalami komplikasi akibat sakit tenggorokan, yaitu:
  • Pengidap kanker sumsum tulang /leukemia.
  • Orang yang sumsum tulangnya tidak memproduksi cukup sel darah. Kondisi ini disebut anemia aplastik.
  • Pengidap HIV/AIDS.
  • Pengidap asplenia, yaitu ketika organ limpa telah diangkat atau tidak dapat bekerja dengan baik.
  • Pasien pengidap artritis yang mengonsumsi obat disease-modifying anti-rheumatic drug (DMARD). Efek samping obat-obat jenis ini adalah penurunan tingkat kekebalan tubuh.
  • Pasien kemoterapi.
  • Pasien yang menjalani pengobatan anti-tiroid seperti carbimazole.
  • Pasien yang telah menjalani transplantasi organ dan mengonsumsi obat-obatan yang menghentikan kerja sistem imun atau imunosupresan.

Penyebab Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan umumnya disebabkan infeksi mikroorganisme yang menyebabkan pilek.

Virus dan Bakteri Penyebab Infeksi

Ada banyak virus dan bakteri penyebab sakit tenggorokan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
  • Parainfluenza virus, coronavirus dan rhinovirus (penyebab-penyebab paling umum)
  • Virus influenza tipe A dan B sebagai penyebab flu.
  • Adenovirus yang juga menyebabkan peradangan selaput mata.
  • Virus herpes tipe 1 sebagai penyebab luka melepuh di sekitar bibir.
  • Beberapa tipe bakteri streptokokal sebagai penyebab infeksi streptokokal.
  • Virus Epstein-Barr (EBV) sebagai penyebab demam kelenjar.
  • Cacar air.
  • Difteri: penyakit pernapasan parah.

Bagaimana Anda Tertular?

Infeksi biasanya terjadi di tempat atau fasilitas umum.  Selain melalui sentuhan langsung dengan pengidap atau benda yang baru dipegangnya, virus flu menyebar melalui udara saat seseorang yang sedang terinfeksi batuk, bicara, atau bersin.
Infeksi menyebabkan peradangan pada tonsil di sisi kanan dan kiri tenggorokan Anda (tonsillitis) dan pada bagian belakang tenggorokan (faringitis).
Pemicu sakit tenggorokan yang tidak menular
Dalam beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, sakit tenggorokan dapat timbul karena hal selain virus dan bakteri, yaitu:
  • Ketegangan otot akibat berteriak-teriak dalam waktu lama.
  • Tumor yang mengandung kanker pada tenggorokan, lidah, atau laring.
  • Iritasi pada tabung nasogastrik. Ini adalah tabung yang digunakan saat seorang pasien tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman melalui mulut. Tabung tersebut melintasi hidung ke perut untuk meneruskan makanan cair.
  • Alergi pada serbuk sari atau spora yang disebut hayfever.
  • Mengidap kanker sumsum tulang (leukemia) atau anemia aplastik, yaitu kondisi saat sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah.
  • Penyakit asam lambung akibat refluks atau naiknya asam lambung dari perut ke tenggorokan.
  • Iritasi yang disebabkan alkohol atau rokok.
  • Mengidap penyakit Kawasaki yang umumnya menyerang balita.
  • Peradangan pada lapisan mulut yang dapat disebabkan kemoterapi atau radioterapi.

 

Pengobatan Sakit Tenggorokan

Umumnya sakit tenggorokan dapat sembuh dalam kurang dari satu minggu. Beberapa tips dan obat-obatan dapat membantu memperingan gejala yang Anda alami.
Pertolongan pertama mengobati sakit tenggorokan
Anda disarankan melakukan beberapa hal berikut jika sedang terkena sakit tenggorokan:
  • Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak.
  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok.
  • Berkumurlah dengan air garam atau obat kumur antiseptik untuk mengurangi rasa sakit.
  • Jika sakit tenggorokan Anda disertai demam, konsumsi cukup air minum.
  • Pasien dewasa dapat mengisap es batu atau permen pelega tenggorokan.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin karena keduanya dapat menyebabkan iritasi.
Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit
Analgesik atau obat-obatan seperti ibuprofen dan parasetamol umumnya disarankan untuk menangani sakit tenggorokan, terutama jika disertai demam. Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsinya:
  • Selalu baca petunjuk penggunaan obat agar tidak kelebihan dosis.
  • Hindari aspirin dan ibuprofen jika Anda mengalami atau pernah mengalami sakit ginjal atau hati, serta masalah perut seperti tukak atau radang dinding lambung.
  • Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.
Penggunaan antibiotik
Berikut ini adalah alasan kenapa antibiotik tidak disarankan diberikan untuk menangani sakit tenggorokan:
  • Menggunakan terlalu banyak antibiotik untuk menangani penyakit sederhana dapat mengakibatkan penggunaannya menjadi tidak efektif saat menangani penyakit berbahaya dimasa yang akan datang.
  • Umumnya sakit tenggorokan lebih sering disebabkan oleh virus dibandingkan oleh bakteri jadi antibiotik tidak akan mempan melawan virus.
  • Bahkan jika sakit tenggorokan yang Anda derita disebabkan oleh bakteri, dampak antibiotik terhadap penyakit ini sangat sedikit. Sebaliknya justru dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.
Akan tetapi pada situasi tertentu, dokter tetap meresepkan antibiotik, yaitu:
  • Pada pengidap gangguan katup jantung.
  • Sakit tenggorokan Anda benar-benar parah dan tidak tertahankan.
  • Saat Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti carbimazole untuk menangani kelainan kelenjar tiroid. Obat-obatan semacam ini bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh.
  • Saat sistem kekebalan Anda melemah karena gagal ginjal atau diabetes, sehingga Anda berisiko mengidap infeksi serius.
  • Berulang kali mengidap infeksi akibat bakteri streptokokus kelompok A.
  • Anda punya riwayat pernah mengidap demam rematik, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan yang menyebar ke seluruh tubuh.
Bedah tonsilektomi
Prosedur ini dilakukan jika seorang anak mengalami infeksi amandel/tonsil  berulang kali. Tonsilektomi dijalankan dengan mengangkat kedua amandel.

Kondisi Darurat

Sakit tenggorokan umumnya dapat ditangani di rumah, tapi Anda perlu berobat ke dokter secepatnya jika sakit tenggorokan Anda disertai gejala-gejala berikut ini:
  • Air liur mengalir tidak terkendali.
  • Mengi.
  • Susah bernapas, menelan, atau bicara.
  • Disfagia atau kesulitan menelan makanan dan minuman.
  • Suara nyaris tidak terdengar.
  • Ruam.
  • Nyeri pada sendi.
  • Darah pada air liur.
  • Benjolan pada leher.
  • Sakit pada telinga.

Gejala Penyakit yang Lebih Serius

Terdapat kemungkinan bahwa sakit tenggorokan Anda dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan yang tidak mereda hingga lebih dari 3 minggu. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang mungkin dialami:
Kanker
Sakit tenggorokan yang bersifat menetap atau tidak kunjung sembuh dapat menjadi gejala dari beberapa jenis kanker, seperti kanker tenggorokan. Jenis kanker ini umumnya menyerang orang berusia lebih dari 50 tahun.
Penyakit demam kelenjar
Demam kelenjar yang juga sering disebut infeksi monokleosis ini sering menyerang remaja dan dewasa muda berusia 15 hingga 30 tahun. Infeksi virus dengan gejala sakit tenggorokan ini dapat berlangsung hingga 6 minggu.

Apa Saja Cara Mencegah Sakit Tenggorokan?

Umumnya sakit tenggorokan sulit dicegah karena disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Hal-hal berikut ini dapat mengurangi risiko infeksi:
  • Berhenti merokok dapat memperkuat kekebalan tubuh Anda dan mengurangi risiko iritasi pada tenggorokan.
  • Selalu cuci tangan dengan teratur, terutama setelah menggunakan fasilitas umum. Selalu bawa cairan antiseptik jika Anda jauh dari jangkauan keran air.
  • Bersihkan barang-barang yang sering digunakan bersama di rumah atau tempat kerja, seperti gagang telepon, gagang pintu, pengendali TV.
  • Hindari berbagi-bagi makanan, minuman, serta peralatan makan dan minum.
  • Kenakan masker saat berkendaraan dan ketika berada di tempat-tempat umum yang penuh dengan kerumunan orang seperti dalam bus dan kereta. Masker juga sebaiknya dikenakan saat sedang bersih-bersih.
  • Hindari asap rokok.

 

Indikasi Bisacodyl serta Efek sampingnya

Nama Generik: Bisacodyl

Nama Merek: Bicolax, Dulcolax, Laxacod, Laxamex, Stolax

Definisi

Bisacodyl adalah laksatif yang merangsang pergerakan usus.
Bisacodyl digunakan untuk mengobati konstipasi atau untuk mengosongkan usus sebelum operasi, colonoscopy, x-ray, atau prosedur medis berkenaan dengan pencernaan lain.
Bisacodyl juga digunakan untuk kebutuhan lain yang belum terdapat pada daftar  ini.

Informasi Penting

Jangan menggunakan bisacodyl jika anda mengalami sakit perut, mual atau muntah sampai dokter anda memberikan petunjuk. Jika anda memiliki gangguan pada perut lebih dari 2 minggu, konsultasikan kondisi anda kepada dokter sebelum menggunakan laksatif.
Jangan menggunakan produk ini lebih dari seminggu, kecuali dokter anda memberikan petunjuk lain.
Pendarahan rektal atau kegagalan pergerakan usus setelah menggunakan laksatif dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Hentikan penggunaan bisacodyl dan hubungi dokter anda.

Efek Samping

Panggil pertolongan medis darurat jika anda memiliki tanda apapun dari reaksi alergi ini:
·    Gatal dengan kulit kemerahan
·    Sulit bernapas
·    Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Hubungi dokter anda jika anda memiliki efek samping serius berikut:
·    Urin lebih sedikit daripada biasanya
·    Rasa kantuk, perubahan suasana hati, meningkatnya rasa haus, hilang nafsu makan, mual dan muntah
·    Bengkak, meningkatnya berat badan, napas terasa pendek
·    Pendarahan rektal (dubur)
·    Nyeri atau kram perut yang parah, diare atau muntah yang parah atau berkelanjutan
·    Rendah potassium (detak jantung tidak beraturan, rasa haus yang ekstrim, sering buang air kecil, rasa tidak nyaman pada kaki, lemah otot)
Efek Samping lain adalah:
·    Pusing, lemah
·    Meningkatnya rasa haus
·    Sakit perut ringan, perut kembung
·    Diare
·    Mual ringan
·    Ruam kulit
Gejala efek samping di atas belum lengkap dan dapat muncul gejala lain.

Kamis, 02 Juni 2016

Indikasi Metformin Serta Efek Sampingny

Metformin

 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Metformin adalah obat penurun gula darah bagi penderita kencing manis (diabetes). Terdapat beberapa golongan obat diabetes. Metformin termasuk dalam golongan obat yang bekerja menghambat pembentukan gula di dalam hati.
Di antara berbagai obat diabetes, metformin adalah obat lini pertama, artinya bagi penderita diabetes tanpa komplikasi berat metformin adalah obat pertama yang akan diresepkan. Metformin juga sangat cocok untuk penderita diabetes dengan tubuh gemuk.
Terdapat beberapa kondisi atau penyakit penyerta di mana metformin tidak boleh diberikan, yakni
  1. Alergi (hipersensitivitas) terhadap metformin;
  2. Penyakit jantung kongesti;
  3. Peningkatan keasaman darah;
  4. Gagal ginjal;
  5. Wanita yang sedang menyusui.

Pemberian metformin perlu pengawasan dari tenaga medis untuk pasien dengan kondisi berikut:
  1. Dehidrasi;
  2. Gizi buruk;
  3. Gangguan fungsi hati;
  4. Demam;
  5. Trauma;
  6. Akan mengikuti operasi;
  7. Pasien usia tua.

EFEK SAMPING

Metformin adalah obat diabetes yang aman. Beberapa efek samping berikut pernah dilaporkan tetapi angka kejadiannya sangat jarang, yakni:
  1. Diare;
  2. Banyak buang gas;
  3. Rasa lelah;
  4. Nyeri-nyeri otot;
  5. Infeksi saluran nafas bagian atas;
  6. Gula darah rendah (hipoglikemia);
  7. Penurunan kadar vitamin B-12 dalam tubuh;
  8. Sulit buang air besar;
  9. Sakit maag.

DOSIS

Metformin berbentuk obat tablet. Terdapat tiga pilihan kemasan, yakni metformin 500 mg, 850 mg, dan 1000 mg. Namun yang paling sering digunakan ialah metformin 500 mg. Metfomrin sering dilaporkan menyebabkan mual oleh karena itu metformin sebaiknya dikonsumsi sesaat setelah makan atau setelah makan suapan pertama. Metformin dikonsumsi 2-3 kali sehari. Metformin tersedia dalam bentuk obat generik maupun obat paten.
Untuk pengobatan diabetes, metformin diberikan dalam dosis 1500-2550 mg sehari yang terbagi ke dalam 2-3 kali minum. Pada awal-awal, metformin diberikan dalam dosis 500 mg. Kemudian dilihat respon pengobatan. Bila kadar gula belum memenuhi target, dosis metformin ditingkatkan setiap 1-2 minggu. Dosis maksimum yang diperbolehkan ialah 2550 mg per hari. Pada pasien usia lanjut, perlu diawasi karena efek samping biasanya lebih sering dijumpai.

Indikasi Glibenclamid serta Efek Sampingnya

Glibenclamid

 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Glibenclamid adalah obat penurun gula darah bagi penderita kencing manis (diabetes). Terdapat beberapa golongan obat diabetes. Glibenclamid termasuk dalam golongan obat yang disebut sebagai sulfonilurea. Golongan obat ini bekerja dengan cara meningkatkan hormon insulin. Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk membantu pemasukan gula ke dalam sel-sel otot sehingga otot dapat menggunakannya sebagai sumber energi. Pada penderita diabetes, terjadi kekurangan insulin atau tidak berfungsinya insulin yang ada.
Di antara berbagai obat diabetes, glibenclamid adalah salah satu obat yang sering diberikan untuk pasien. Glibenclamid sering digunakan dalam kombinasi dengan metformin. Waktu kerja glibenclamid mencapai 24 jam sehingga praktis hanya perlu satu kali minum sehari. Glibenclamid juga sangat cocok untuk pasien diabetes dengan berat badan normal atau kurus.
Terdapat beberapa kondisi atau penyakit penyerta di mana glibenclamid tidak boleh diberikan, yakni
  1. Alergi (hipersensitivitas) terhadap glibenclamide;
  2. Diabetes melitus tipe I yang biasa terjadi pada anak-anak.

Pemberian glibenclamid perlu pengawasan dari tenaga medis untuk pasien dengan kondisi berikut:
  1. Pasien yang berisiko mengalami gula rendah (hipoglikemia), yakni pasien usia lanjut, pasien dengan keterbelakangan mental, dan pasien dengna gizi buruk;
  2. Kelainan fungsi ginjal;
  3. Kelainan fungsi hati.

EFEK SAMPING

Glibenclamid secara umum adalah obat diabetes yang aman. Beberapa efek samping yang pernah dilaporkan ialah:
  1. Kemerahan pada kulit dan reaksi alergi;
  2. Rasa panas di dada;
  3. Gula rendah (hipoglikemia);
  4. Mual;
  5. Muntah;
  6. Peradangan hati.

DOSIS

Glibenclamid merupakan obat berbentuk tablet dengan sediaan dosis 2,5 mg dan 5 mg. Glibenclamid tersedia luas baik sebagai obat generik maupun obat paten. Glibenclamid memiliki waktu kerja lama sehingga cukup diminum satu kali sehari dan sebaiknya diminum pawa waktu atau jam yang sama setiap harinya. Glibenclamid sebaiknya diberikan 15-30 menit sebelum makan.
Sebagai obat diabetes, glibenclmaid diberikan mulai dari dosis 2,5 mg sambil mengamati respon gula darah pasien. Dosis  dapat ditingkatkan sesuai dengan respon gula pasien. Dosis yang biasa digunakan ialah 2,5-20 mg per hari. Dosis maksimal sehari sebesar 20 mg.

Ciri ciri Kanker Serviks, Tanda dan Gejala Lengkap

15 Ciri Ciri Kanker Serviks, Tanda dan Gejala Lengkap

Ciri ciri kanker serviks mungkin sangat sulit di rasakan, biasanya akan lebih terlihat nyata ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kanker serviks dikenal juga kanker leher rahim,  lokasinya terdapat pada jaringan leher rahim (organ yang menghubungkan rahim dan vagina). Hal ini lah yang membuatnya menjadi pembunuh yang menakutkan, pada tahap awal sulit di deteksi, namun jika baru diketahui pada stadium lanjut akan sulit di obat. Sebelum kita membahas lebih detil mengenai gejala kanker serviks, ada baiknya kita mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kanker berbahaya pada wanita ini.
Faktor Penyebab Kanker Serviks
Faktor penyebab kanker serviks ada 6((Cancer.Gov, General Information About Cervical Cancer, diakses 19 Oktober 2014)), berikut daftarnya.
  1. Berhubungan badan dengan banyak orang
  2. Melahirkan banyak anak.
  3. Menikah di usia muda (berhubungan seks di usia muda)
  4. Merokok
  5. Menggunakan kontrasepsi oral (“pil KB”).
  6. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Infeksi human papillomavirus (HPV) adalah faktor risiko utama penyebab kanker serviks. Selain faktor tersebut, lalu bagaimana gejala kanker serviks yang sebenarnya ?

ciri ciri kanker serviksStadium Awal

Ciri ciri kanker serviks stadium awal memang tidak dapat dirasakan, hampir mustahil untuk menemukan adanya tanda terinfeksi kanker di stadium awal.
Dikarenakan tidak ada tanda yang berarti pada tahap awal, wanita di sarankan untuk melakukan tes rutin seperti pemeriksaan sel HPV pada leher rahim apakah normal atau tidak. Prognosis (kesempatan pemulihan) yang tidak lain adalah kesempatan untuk sembuh akan sangat besar jika sel tersebut ditemukan di awal.
Jadi jika anda telah merasakan bahwa memiliki faktor tinggi terkena kanker serviks, sebaiknya anda memeriksakan dengan test pap smear atau dengan melakukan screaning lainnya untuk mengetahui perkembangan sel seputar leher rahim.

Stadium Sedang

Gejala kanker serviks terdiri dari 6 indikasi ((Cancer net, Cervical Cancer: Symptoms and Signs, diakses 19 Oktober 2014)), cermati tanda ini dan lakukan konsultasi lanjutan jika anda mengalaminya.
1. Pendarahan Pada Vagina, (ini tanda paling umum)
Perdarahan vagina yang tidak teratur atau tidak normal (bukan haid) adalah ciri yang paling umum dari kanker serviks. Pendarahan dapat terjadi antara periode menstruasi atau setelah berhubungan badan atau kapan pun selama tidak berhubungan dengan masa atau siklus mens anda. Kadang-kadang pendarahan pada vagina ini menunjukkan terdapat keputihan yang sedikit bercampur dengan darah, selain itu pendarahan saat haid juga akan berlangsung sedikit lebih lama dibandingkan biasanya. Pendarahan vagina juga dapat terjadi pada wanita menopause yang tidak lagi memiliki periode menstruasi. Ini adalah tanda peringatan utama kanker serviks atau masalah lain yang harus anda konsultasikan dengan dokter.
Ciri ciri pendarahan pada vagina yang disebabkan oleh kanker serviks:
  • Datang tidak pada periode haid
  • Terjadi pada saat berhubungan badan
  • Terjadi setelah masa menepause
  • Terdapat campuran keputihan di darah
  • Masa haid yang jauh lebih lama dari pada biasanya.
Jika hal ini terjadi langsung saja konsultasikan pada dokter spesialis kandungan anda untuk mengetahui lebih detil mengenai masalah ini.
2. Rasa sakit selama berhubungan suami istri
Jika anda tidak “seperti biasanya” saat melakukan hubungan suami istri dan cenderung sangat sakit tanpa sebab yang berarti. Pastikan anda langsung berkonsultasi dengan dokter terkait agar memeriksakan masalah terkait. Kecenderungan rasa sakit selama berhubungan juga menjadi salah satu faktor yang paling tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.
3. Nyeri di sekitar pinggul
Ops, nyeri pada pinggul juga dapat menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam hubungannya yang dapat menjadi salah satu ciri umum kanker serviks.
4. Pendarahan setelah menopause
Pendarahan setelah menopause pasti harus diperiksa oleh dokter kandungan (Spog) untuk mengetahui penyebab pastinya. Jika tidak pasti lah akan menjadi sesuatu yang mungkin berdampak serius, salah satunya adalah kanker serviks. Ciri pendarahan setelah menopause merupakan salah satu yang sangat umum terjadi pada penderita kanker serviks.
5. Keputihan yang abnormal (diluar biasanya)
Anda sering keputihan ? mungkin tidak masalah karena memang bukan gejala penyakit tertentu. Namun jika jumlahnya sangat besar dan tidak seperti biasanya yang sangat mengganggu tentu ada sesuatu yang terjadi. Salah satu yang mungkin anda alami adalah kanker serviks.
6. Pendarahan menstruasi yang lebih panjang dan lebih berat dari biasanya
Anda mungkin mengalami masa menstruarsi yang ‘banyak’ pada haris pertama sampai dengan hari ketiga. Namun Jika anda terus ‘banyak’ sampai beberapa hari bahkan berminggu, anda sudah harus curiga dengan penyakit mematikan ini, setidaknya anda mulai melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah itu adalah salah satu gejala kanker serviks.
6 Gejala kanker serviks di atas harus anda konsultasikan pada dokter terkait, agar dapat diambil tindakan untuk penyembuhan. Penyembuhan di tahap awal akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan jika telah terinfeksi pada stadium lanjut.

Stadium Lanjut

Ciri ciri kanker serviks stadium lanjut biasanya sangat terlihat mulai dari fisik sampai dengan bentuk tubuh serta perasaan anda. Berikut adalah ciri cirinya :
  • Sakit Punggung
  • Nyeri tulang atau patah tulang
  • Kelelahan
  • Keluarnya urin atau feses dari vagina
  • Nyeri pada kaki
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri panggul
  • Kaki bengkak
  • Menurunnya berat badan
8 Ciri ciri di atas adalah jika kanker serviks anda telah menuju stadium lanjut yang terjadi pada tahap paling berbahaya.

Pemeriksaan Gejala Kanker Serviks

Stadium awal kanker serviks hampir mustahil di deteksi dan dirasakan oleh penderitanya, satu satunya jalan adalah dengan melakukan pemeriksaaan gejala kanker serviks dengan serangkaian tes. Berikut adalah beberapa rangkaian test yang dapat anda lakukan untuk memeriksa apakah terindikasi terkena kanker leher rahim ini((Cancer.Gov, General Information About Cervical Cancer, diakses 19 Oktober 2014)).
  1. Pemeriksaan fisik dan riwayat. Pemeriksaan kesehatan termasuk virus dan riwayat penyakit.
  2. Pemeriksaan panggul. Perawat akan memasukkan jari melalui vagina dan tangan di atas perut untuk merasakan ukuran, bentuk, dan posisi uterus dan ovarium.
  3. Tes pap smear. Tes ini adalah tes untuk mengumpulkan sel dari leher rahim dan vagina, selanjutnya sel tersebut akan di lihat menggunakan microskop untuk mengetahui apakah normal atau tidak. Tes ini merupakan yang paling populer dilakukan di Indonesia.
  4. Tes Human papillomavirus (HPV), tes ini digunakan untuk memeriksa DNA atau RNA untuk beberapa jenis infeksi HPV.
  5. Kuretase endoserviks. Sama dengan tes pap dan HPV, sel jaringan di sekitar leher rahim akan diambil dengan kuret untuk selanjutnya di tes menggunakan mikroskop untuk memutuskan apakah ada keanehan atau tidak.
  6. Biopsi, sebuah prosedur mengambil bagian kecil dari leher rahim sebagai sampel untuk memastikan apakah memang terinfeksi atau tidak.
Ciri ciri kanker serviks memang sulit diketahui pada tahap awal, dan baru diketahui ketika sel telah menyebar dan menginfeksi bagian yang lebih luas. Jadi saran faktakanker sebaiknya anda melakukan tes secara rutin, terlebih anda merupakan salah satu wanita perokok, atau merasa faktor penyebab di atas menjadi bagian dari hidup anda.

Cara mencegah Kanker Payudara Sejak Dini

23 Cara Mencegah Kanker Payudara Sejak Dini

cara mencegah kanker payudaraGaya hidup merupakan salah satu cara mencegah kanker payudara yang paling mujarab bahkan bagi anda yang memiliki risiko tinggi terkena jenis kanker ini. Sebelum membahas pencegahan kanker payudara ada baiknya kita mengetahui beberapa hal terkait yang menjadi sumber penting.
  1. Apakah anda wanita dengan risiko terkena kanker payudara yang tinggi ?
  2. Apa saja sih penyebab kanker payudara?
Kedua pertanyaan ini penting untuk anda ketahui  agar dapat memahami lebih mudah cara mencegah kanker payudara yang dapat anda lakukan.
Wajib Diketahui : 
Risiko Tinggi Terkena Kanker Payudara((Cancer.org, What are the risk factors for breast cancer?. diakses 04 November 2014))
  • Jenis Kelamin. Walaupun kanker payudara juga terjadi pada pria, namun wanita 100x lebih rentan terkena karena hormon estrogen dan progesteron pada wanita yang lebih tinggi.
  • Usia. Semakin tinggi usia maka semakin besar risiko terkena kanker payudara.
    • Usia < 45 Tahun : 1 dari 8 kasus
    • Usia > 55 tahun : 2 dari 3 kasus
  • Resiko Genetik. 5-10% kasus kanker payudara di alami karena adanya faktor bawaan genetik dari orang tua tentunya.
  • Riwayat Keluarga. Memiliki hubungan darah langsung dengan anggota keluarga yang terkena kanker payudara meningkatkan risiko anda 2 x lipat.
  • History kanker payudara diri sendiri. Memang sedikit konyol, namun anda yang telah terkena kanker payudara memiliki risiko 3 – 4 x lipat terkena atau berkembangnya kanker baru.
  • Periode menstruasi. Wanita yang telah ‘mens’ sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah umur 55 tahun memiliki risiko yang tinggi.
Faktor risiko di atas mungkin tidak dapat kita hindari karena memang bawaan dan hikayat hidup manusia, selain faktor risiko di atas untuk mencegah kita wajib mengetahui penyebabnya.
Faktor risiko dan 3 penyebab utama di atas sudah cukup memberikan gambaran kita mengenai cara mencegah kanker payudara yang ampuh. Jika anda masuk salah satu kategori yang berisiko tinggi, tentu jangan khawatir perbaiki gaya hidup dan kenali lebih detil pencegahannya akan mengurangi dan mencegah anda terserang “penyakit mematikan” ini.
Setelah mengetahui faktor risiko dan 3 penyebab utama di atas, selanjutnya kita akan membahas mengenai cara pencegahannya.

Mengurangi Minuman Alkohol

cara mencegah kanker payudara - mengurangi minuman alkoholMengurangi minuman alkohol merupakan #1 yang harus kurangi ketika anda tidak ingin terkena kanker payudara. Hampir semua penelitian mengungkapkan bahwa minum minuman alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara((wustl.edu, 8 Ways To Prevent Breast Cancer. diakses 04 November 2014))((Cancer.gov, National Cancer Institute, Breast Cancer Prevention. diakses 4 November 2014))((CDC.Gov, Breast Cancer : What Can I Do to Reduce My Risk?. diakses 4 November 2014)). Tidak semua aktivitas meminum minuman alkohol dapat meningkatkan risiko kanker, minum 2-5 gelas alkohol satu hari meningkatkan risiko 1.5 x lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol. Sedangkan peningkatan risiko dalam jumlah kecil untuk wanita yang meminum hanya 1 gelas saja.
Mengapa alkohol berpengaruh pada perkembangan kanker payudara ? menurut peneliti seperti yang dikutip dari dailymail, alkohol diyakini dapat meningkatkan kadar hormon estrogen, salah satu hormon yang dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker payudara((Dailymail, Charlotte Harding, 10 ways to prevent breast cancer. diakses 4 November 2014)).

Mengatur Berat Badan

cara mencegah kanker payudara - mengatur berat badanMengatur berat badan agar tidak terjadi obesitas / kegemukan merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah dan menghindari berbagai penyakit.
Bahkan beberapa jenis kanker juga dapat di hindari dengan mengatur berat badan ini, salah satunya adalah kanker payudara. Wanita yang memiliki berat lebih dari 80 Kg memiliki risiko 25% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan ideal di bawah /sekitar 60 kg((Everydayhealth, Sue Landry, Can Breast Cancer Be Prevented?. diakses 4 November 2014)).
Apakah semua obesitas atau peningkatan berat badan dapat meningkatkan bahaya terkena kanker? tentu jawabannya tidak. Obesitas atau peningkatan berat badan setelah menopause lah yang akan meningkatkan risiko lebih tinggi dibandingkan yang tidak obesitas setelah menopause.

Olahraga Secara Teratur

cara mencegah kanker payudara - olahragaSatu kata sebagai kunci hidup sehat yaitu OLAHRAGA, terlepas dari segudang manfaatnya untuk kesehatan, olahraga ternyata juga menjadi salah satu faktor pencegahan penyakit kanker terutama payudara. Olahraga dapat menurunkan tingkat sirkulasi estrogen dalam tubuh, namun jika anda tidak pernah olahraga maka tingkat estrogen dalam tubuh akan semakin tinggi yang menyebabkan tingginya risiko terkena kanker payudara.
Bagaimana Olahraga dapat mencegah kanker payudara ?
Aktivitas olahraga akan mengeluarkan toxin atau racun dalam tubuh dalam jumlah yang cukup signifikan. Selain itu olahraga juga akan mengaktifkan fungsi syaraf dan otot tubuh manusia yang sangat penting untuk menjaga kanker payudara. Dengan olahraga teratur kita dapat membantu tubuh menghindari kanker payudara dan membuat metabolisme tubuh.

Jangan Merokok

Ok, terlepas dari semua studi yang mengaitkan antara kanker payudara dengan merokok, penting diketahui bahwa bahaya merokok bukan lagi omong kosong. Segala jenis penyakit berbahaya dan kanker dapat terjadi karena anda adalah perokok, hindari lah rokok. Penelitian yang menghubungkan antara rokok dan kanker payudara memang masih sangat minim, belum ada penelitian konkrit mengenai hal ini.
Namun beberapa penelitian telah menemukan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat pada rokok sangat berkaitan dengan berbagai jenis kanker, sedangkan beberapa juga menemukan bahwa ASI pada perokok juga dapat terkontaminasi.
Rokok adalah penyebab kanker paru paru yang paling umum WAJIB hukumnya di hindari agar tidak terjadi kanker paru – paru. Namun ingat ini juga termasuk untuk kanker payudara yah.

Menyusui Jika Memungkinkan

cara mencegah kanker payudara - menyusuiMenyusui ternyata tidak hanya bermanfaat bagi si bayi, Ibu juga mendapatkan manfaat yang luar biasa dari kegiatan mulia menyusui. Memang belum banyak penelitian yang menghasilkan keterkaitan langsung antara menyusui terhadap kanker payudara.
Namun beberapa studi telah mengemukakan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.
Alasan utama yang diklaim oleh para peneliti adalah keterkaitan antara aktivitas menyusui dengan kestabilan tingkat estrogen sehingga memperkecil risiko.

Hindari Radiasi

Ada berbagai jenis radiasi yang mungkin anda dapatkan, terutama pada saat pemeriksaan medis, seperti CT Scan, pemeriksaan MRI, dan rontgen. Sejumlah studi menemukan bahwa risiko tertinggi terkena kanker payudara yang disebabkan oleh radiasi adalah pada saat pubertas dimana payudara mulai terbentuk. Selain itu risiko ini juga meningkat jika radiasi sinar X dilakukan di dada pada saat orang tersebut berusia 20 tahun ke bawah.

Hindari Terapi Hormon Pasca Menopause

Terapi hormon pasca Menopause tidak perlu di ambil dalam jangka waktu yang panjang, penggunaan terapi hormon sering dilakukan untuk mengatasi sulit tidur, cepat marah, dan faktor lain yang disebabkan menopause. Kombinasi terapi hormon estrogen dan progestin dapat meningkatkan risiko terkena kanker pada payudara, disarankan tidak mengambil terapi hormon lebih dari 5 tahun. Untuk info lebih lanjut saran dokter selama melakukan terapi secara mendetil sangat diperlukan.

Hindari Konsumsi Pil KB

Konsumsi pil KB tentu memiliki potensi manfaat dan risiko yang masing-masing harus di waspadai terjadi pada tubuh kita. Beberapa pil KB memiliki kandungan estrogen yang menjadi pemicu terjadinya kanker payudara. Studi telah menunjukkan bahwa perempuan yang mengkonsumsi pil KB memiliki risiko lebih tinggi di bandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi. Risiko ini akan hilang seiring dengan dihentikan penggunaannya.

Melahirkan Anak (di bawah 30 Tahun)

Wanita yang melahirkan anak di bawah 30 tahun memiliki kecenderungan risiko yang lebih rendah dibandingkan wanita yang belum pernah melahirkan atau melahirkan di atas 30 tahun. Namun faktor melahirkan dapat menjadi berbeda sesuai dengan berbagai jenis kanker yang ada. Penelitian juga menunjukkan bahwa banyaknya kehamilan dan hamil sebelum usia 30 tahun berpengaruh positif untuk mengurangi risiko kehamilan.

Screening Payudara Jika Usia Sudah > 50 Tahun

Fakta di lapangan telah menunjukkan bahwa wanita yang berusia di atas 50 tahun mengalami tingkat risiko yang lebih tinggi. Untuk itu Screening atau pemeriksaan yang lebih rutin jika anda telah berusia di atas 50 tahun akan sangat bermanfaat untuk menghindari terkena jenis kanker berbahaya ini.

Mengurangi Hormon Estrogen

Estrogen merupakan salah satu kunci terjadinya kanker payudara, mengurangi produksi hormon estrogen diyakini dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara. Berikut adalah beberapa cara alami yang penting untuk mengurangi hormon estrogen:
  1. Kehamilan awal.Tingkat estrogen akan lebih rendah selama masa kehamilan. Wanita yang memiliki kehamilan cukup bulan sebelum usia 20 memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang belum memiliki anak atau yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35.
  2. Menyusui. Tingkat estrogen mungkin tetap rendah sementara seorang wanita menyusui.
  3. Ablasi ovarium. Indung telur merupakan “tools” yang memproduksi estrogen. Jumlah estrogen yang dibuat oleh tubuh dapat dikurangi dengan menghilangkan satu atau dua ovarium. Selain itu, obat-obatan dapat diambil untuk menurunkan jumlah estrogen yang dibuat oleh indung telur.
  4. Haid pada usia > 14 tahun. Menstruasi pada usia 14 atau lebih tua mengurangi jumlah tahun jaringan payudara yang terkena estrogen sehingga mengurangi risiko kanker payudara.
  5. Menopause dini. Semakin sedikit tahun seorang wanita mengalami siklus menstruasi, semakin pendek waktu jaringan payudara terkena estrogen.

Cara Mencegah Yang Beredar Di Masyarakat

Selain berbagai cara di atas, mungkin ada banyak isu yang beredar di masyarakat untuk mencegah kanker payudara yang belum teruji secara detil kebenarannya. Namun ada baiknya mempertimbangkannya selama tidak memberikan dampak negatif.
  1. Menghindari lingkungan yang terpapar bahan kimia
  2. Menghindari menggunakan bra ketat
  3. Mengkonsumsi makanan yang bergizi, serat dan buah buahan yang kaya vitamin.
  4. Menghindari penggunaan deodoran
  5. Menghindari aborsi
  6. Diet rendah lemak.
  7. Menghindari bekerja pada malam hari.
Cara mencegah kanker payudara memang penting untuk di ketahui, cara klinis yang telah teruji di atas wajib anda jadikan rujukan agar terhindar dari kanker ganas.