This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 06 Juni 2016

Indikasi Ibuprofen dan Kontraindikasinya

Ibuprofen

 

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Ibuprofen adalah salah satu jenis anti-inflamasi non-steroid (AINS) yang diindikasikan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang, nyeri setelah operasi, nyeri pada penyakit sendi (seperti pengapuran sendi atau rematik), nyeri otot, nyeri haid, serta menurunkan demam. Ibuprofen juga memiliki efek anti-radang dan anti-pembekuan darah yang lemah.
Kontraindikasi absolut atau orang yang tidak dapat menggunakan ibuprofen adalah orang yang alergi terhadap obat anti-inflamasi non–steroid (AINS) seperti aspirin. Kontraindikasi relatif antara lain gangguan perdarahan, luka pada lambung/usus 12 jari, sariawan, penyakit lupus, kolitis ulseratif, dan wanita hamil trimester 3 (karena dapat menyebabkan penutupan prematur pembuluh darah jantung). Orang yang mengalami asma, radang mukosa hidung, atau biduran jika menggunakan aspirin atau obat AINS lain sebaiknya tidak menggunakan ibuprofen. Hindari penggunaan pada penderita gangguan hati berat dan gangguan ginjal.

EFEK SAMPING 

Efek samping yang paling sering timbul (1 – 10%) adalah mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri perut atau rasa terbakar pada perut bagian atas, ruam kulit, penurunan kadar trombosit, penurunan kadar limfosit darah, dan gangguan penglihatan. Efek samping yang lebih jarang adalah luka pada kerongkongan, gagal jantung, penyempitan saluran napas, gangguan ginjal, reaksi alergi kulit berat, dan peningkatan kadar kalium darah. Ibuprofen dapat mencetuskan serangan asma yang pada sebagian kecil orang dapat berakibat fatal.
Penggunaan ibuprofren jangka panjang dan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kematian jaringan ginjal, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung. Penderita yang berisiko besar mengalami hal tersebut adalah penderita lanjut usia, kekurangan cairan, mengalami gagal jantung atau gangguan hati.
Gejala overdosis ibuprofen antara lain nyeri perut, muntah, mengantuk, sakit kepala, terlinga berdenging, perdarahan saluran cerna, gangguan fungsi hati, gagal ginjal, dan koma.

DOSIS

Dosis dewasa: 3 – 4 x 200 – 400 mg per hari.
Dosis anak: 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi.
Efek ibuprofen timbul 30 – 60 menit setelah dikonsumsi dan bertahan selama 4 – 8 jam. Dosis maksimal ibuprofen adalah 1200 mg/hari. Dosis maksimal pada anak dengan berat badan < 30 kg adalah 500 mg/hari. Ibuprofen lebih baik diminum segera setelah makan.

Minggu, 05 Juni 2016

Indikasi Antasida serta Kontraindikasi

Antasida

 

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Antasida adalah sebutan untuk golongan obat yang diindikasikan mengobati sakit maag. Pada penderita sakit maag, terjadi peningkatan asam lambung dan luka pada lambung. Hal tersebut yang sering kali menyebabkan rasa nyeri ulu hati, rasa terbakan di dada, perut terasa penuh, mual, banyak bersendawa ataupun buang gas.
Di dalam lambung, antasida akan bereaksi dengna asam lambung dan menetralisasi asam tersebut. Antasida sebaiknya diminum sebelum makan sehingga saat makan, keluhan mual penderita telah berkurang. Dua obat antasida yang sering digunakan ialah aluminium hidroksidan dan magnesium hidroksida. Kedua obat ini dapat berdiri sendiri atau sering ditemukan dalam bentuk campuran keduanya.
Antasida termasuk ke dalam obat maag yang paling dasar dan cocok untuk maag yang tidak berat. Obat maag bebas yang dapat dibeli di apotek ataupun warung sebagian besar merupakan antasida. Pada beberapa kondisi berikut antasida sebaiknya tidak diberikan, yakni:
  1. Gagal ginjal;
  2. Ketidakseimbangan elektrolit/ion tubuh;
  3. Adanya gejala radang usus buntu;
  4. Pada pasien pascaoperasi perut;
  5. Gangguan listrik jantung yang berat;
  6. Nyeri perut tanpa sebab yang jelas.

EFEK SAMPING

Antasida termasuk obat yang aman. Efek samping yang ditimbulkan sangat jarang ditemukan. Adapun efek samping tersebut ialah:
  1. Tekanan darah rendah;
  2. Penekanan proses bernapas;
  3. Diare;
  4. Kram perut;
  5. Gangguan keseimbangan elektrolit/ion tubuh;
  6. Rasa lemas otot.

DOSIS

Antasida adalah obat maag yang paling sering dikonsumsi di Indonesia. Antasida tersedia dalam sediaan sirup maupun tablet. Antasida juga tersedia sebagai obat generik maupun obat paten.
Magnesium hidroksida dalam bentuk tablet tersedia dalam ukuran dosis 311 mg, sedangkan dalam bentuk sirup tersedia dalam ukuran dosis 400 mg/5 ml, 800 mg/5 ml, dan 2400 ml/10 ml. Antasida lainnya, yakni aluminium hidroksida, dalam bentuk tablet tersedia dalam ukuran dosis 80 mg, sedangkan dalam bentuk sirup tersedia dalam ukuran 320 mg/5 ml. Magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida tersebut sering ditemukan dalam bentuk tablet maupun sirup campuran keduanya.
Dosis untuk sakit maag ialah 2-4 tablet magnesium hidroksida sehari, atau 5-15 ml sirup magnesium hidroksida sehari terbagi dalam 3-4 kali minum, atau 5-30 ml aluminium hidroksida sehari terbagi dalam 3 kali minum.
n hewan peliharaan.

Bersumber dari: Antasida Doen | Mediskus.com

Indikasi Loperamide serta efek sampingnya



Pengertian Loperamide

Loperamide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare akut. Jenis diare ini menyerang secara tiba-tiba dan biasanya berhenti dalam waktu beberapa hari. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, virus atau jenis kuman lainnya.
Obat antidiare ini berfungsi memperlambat aktivitas usus besar sehingga makanan akan tertahan lebih lama di dalam usus. Dengan begitu, usus akan menyerap lebih banyak air dan tinja akan menjadi lebih padat. Tetapi harap diingat bahwa obat ini hanya dapat meredakan gejala diare dan tidak mengobati penyebabnya.
Sebagian besar penderita diare akut bisa sembuh dengan banyak minum untuk mencegah dehidrasi dan tanpa penanganan khusus. Tetapi kita juga dapat menggunakan obat antidiare untuk mengurangi frekuensi buang air besar yang dialami. Obat ini umumnya hanya dikonsumsi selama 24 jam.
Diare akibat sindrom iritasi usus juga dapat diobati dengan loperamide. Demikian pula dengan pasien yang membutuhkan bantuan untuk menormalisasi aktivitas usus besar setelah menjalani operasi usus.
Image result for indikasi loperamide

Tentang Loperamide

Jenis obatAntidiare
GolonganObat resep
ManfaatMengatasi diare akut
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas
BentukTablet dan kapsul
Loperamide tersedia dalam berbagai merek dan harus digunakan dengan resep dokter.
Peringatan
  • Wanita yang sedang hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi loperamide.
  • Ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan loperamide.
  • Sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 24 jam untuk mengobati diare akut dan dua minggu untuk diare akibat sindrom iritasi usus.
  • Jangan lupa untuk banyak minum air selama mengalami diare guna mencegah dehidrasi.
  • Jika mengonsumsi loperamide, sebaiknya tidak mengemudikan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing pada sebagian orang.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita gangguan hati, kolitis ulseratif atau kondisi pencernaan kronis lainnya.
  • Hentikan penggunaan jika diare sudah berhenti.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis Loperamide
Loperamide dapat digunakan untuk mengatasi diare akut pada pasien berusia 12 tahun hingga dewasa. Tetapi untuk mengatasi diare akibat sindrom iritasi usus, obat ini hanya boleh digunakan oleh pasien dewasa.
Dosis loperamide tergantung kepada jenis diare serta tingkat keparahannya. Takaran umum penggunaannya adalah 4 mg pada konsumsi pertama dan 2 mg tiap selesai buang air besar. Dosis maksimal penggunaannya adalah 12 mg per 24 jam.
Loperamide tidak boleh dikonsumsi lebih dari 24 jam saat mengatasi diare akut. Sementara untuk diare akibat sindrom iritasi usus, penggunaan obat ini sebaiknya tidak lebih dari dua minggu.

Mengonsumsi Loperamide dengan Benar

Gunakanlah loperamide sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.
Loperamide tidak bisa menggantikan carian yang terbuang akibat diare. Karena itu, penting bagi pasien untuk tetap banyak minum cairan guna mencegah dehidrasi selama diare. Selain air putih, jus, atau sup, pasien juga disarankan meminum oralit. Hindari minuman bersoda. Konsumsilah makanan sederhana dalam porsi kecil jika memungkinkan, misalnya bubur, nasi putih, atau roti. Jika diare tidak kunjung membaik selama 48 jam, hubungi dokter.
Bagi pasien yang lupa menggunakan loperamide, disarankan segera menggunakannya begitu teringat. Jangan menggandakan dosis loperamide pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Loperamide

Tiap obat pasti memiliki efek samping, begitu juga dengan loperamide. Efek samping yang umumnya dialami pasien selama menggunakan obat ini meliputi:
Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping di atas dengan tingkat keparahan yang tinggi.

Radang Tenggorakan, Gejalanya, Penyebab, Serta Pengobatannya

Pengertian Sakit Tenggorokan


Sakit tenggorokan atau disebut faringitis, terjadi karena infeksi bakteri atau virus seperti dalam kasus pilek. Kekebalan terhadap sakit tenggorokan baru terbentuk pada usia dewasa sehingga penyakit ini umumnya lebih banyak menyerang anak kecil dan remaja. Selain sakit saat menelan, sakit tenggorokan juga dapat disertai gejala berikut:
  • Sakit kepala
  • Kelenjar yang membesar pada leher
  • Tonsil/amandel yang bengkak akibat radang
  • Nyeri otot
  • Batuk
    • Hidung beringus       
    • 1. Cara Mengurangi Gejala
  • Meski dapat sembuh tanpa obat-obatan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala:
  • Hindari merokok. Juga hindari lingkungan penuh asap.
  • Remaja dan orang dewasa dapat mengisap permen pereda tenggorokan.
  • Hindari iritasi tenggorokan dengan tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas.
  • Minum cukup air, terutama jika Anda sedang demam.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk mengurangi radang tenggorokan.

Saat yang Tepat untuk Menemui Dokter

Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam 3-4 hari tanpa konsumsi obat-obatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran seperti ibuprofen dan parasetamol, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter jika mengalami:
  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah 2 minggu.
  • Beberapa kali sakit tenggorokan yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan pereda nyeri.
  • Sakit tenggorokan yang disertai demam berhari-hari di atas 38°C, dan tidak dapat diredakan dengan obat-obatan.
Pengobatan sakit tenggorokan baru akan ditangani dengan antibiotik jika gejala yang terdeteksi dianggap berisiko menimbulkan infeksi lebih serius. Sementara itu, kondisi berikut ini dapat memperburuk sakit tenggorokan:
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat anti-rematik yang membuat kekebalan tubuh menjadi lebih lemah.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh misalnya akibat HIV/AIDS atau gagal ginjal kronis.

Gejala Sakit Tenggorokan


Sakit tenggorokan dapat disertai gejala-gejala seperti sakit saat menelan, sakit kepala, kelenjar yang membesar pada leher, radang yang menyebabkan tenggorokan sakit, dan perubahan warna tonsil menjadi merah. Sakit tenggorokan juga dapat disertai dengan gejala-gejala yang merujuk pada infeksi, antara lain:
Demam yang menyertai sakit tenggorokan sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi lebih serius seperti:
  • Abses peritonsiler atau quinsy, yaitu pembengkakan bernanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil.
  • Epiglottitis, yaitu peradangan lipatan jaringan di belakang tenggorokan, di bawah lidah (epiglotis) yang bisa menghambat pernapasan tidak ditangani dengan baik.
  • Infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan. Pendeteksian dilakukan dengan tes darah.
Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam 3-4 hari tanpa konsumsi obat-obatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran seperti ibuprofen dan parasetamol, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter jika mengalami:
  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah 2 minggu.
  • Beberapa kali sakit tenggorokan yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan pereda nyeri.
  • Sakit tenggorokan yang disertai demam berhari-hari di atas 38°C, dan tidak dapat diredakan dengan obat-obatan.

Lebih Berisiko

Umumnya mereka yang lebih berisiko mengidap sakit tenggorokan adalah orang yang sistem kekebalannya sedang melemah karena sedang mengonsumsi obat-obatan atau mengidap penyakit tertentu.
Penderita penyakit tertentu berisiko mengalami komplikasi akibat sakit tenggorokan, yaitu:
  • Pengidap kanker sumsum tulang /leukemia.
  • Orang yang sumsum tulangnya tidak memproduksi cukup sel darah. Kondisi ini disebut anemia aplastik.
  • Pengidap HIV/AIDS.
  • Pengidap asplenia, yaitu ketika organ limpa telah diangkat atau tidak dapat bekerja dengan baik.
  • Pasien pengidap artritis yang mengonsumsi obat disease-modifying anti-rheumatic drug (DMARD). Efek samping obat-obat jenis ini adalah penurunan tingkat kekebalan tubuh.
  • Pasien kemoterapi.
  • Pasien yang menjalani pengobatan anti-tiroid seperti carbimazole.
  • Pasien yang telah menjalani transplantasi organ dan mengonsumsi obat-obatan yang menghentikan kerja sistem imun atau imunosupresan.

Penyebab Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan umumnya disebabkan infeksi mikroorganisme yang menyebabkan pilek.

Virus dan Bakteri Penyebab Infeksi

Ada banyak virus dan bakteri penyebab sakit tenggorokan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
  • Parainfluenza virus, coronavirus dan rhinovirus (penyebab-penyebab paling umum)
  • Virus influenza tipe A dan B sebagai penyebab flu.
  • Adenovirus yang juga menyebabkan peradangan selaput mata.
  • Virus herpes tipe 1 sebagai penyebab luka melepuh di sekitar bibir.
  • Beberapa tipe bakteri streptokokal sebagai penyebab infeksi streptokokal.
  • Virus Epstein-Barr (EBV) sebagai penyebab demam kelenjar.
  • Cacar air.
  • Difteri: penyakit pernapasan parah.

Bagaimana Anda Tertular?

Infeksi biasanya terjadi di tempat atau fasilitas umum.  Selain melalui sentuhan langsung dengan pengidap atau benda yang baru dipegangnya, virus flu menyebar melalui udara saat seseorang yang sedang terinfeksi batuk, bicara, atau bersin.
Infeksi menyebabkan peradangan pada tonsil di sisi kanan dan kiri tenggorokan Anda (tonsillitis) dan pada bagian belakang tenggorokan (faringitis).
Pemicu sakit tenggorokan yang tidak menular
Dalam beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, sakit tenggorokan dapat timbul karena hal selain virus dan bakteri, yaitu:
  • Ketegangan otot akibat berteriak-teriak dalam waktu lama.
  • Tumor yang mengandung kanker pada tenggorokan, lidah, atau laring.
  • Iritasi pada tabung nasogastrik. Ini adalah tabung yang digunakan saat seorang pasien tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman melalui mulut. Tabung tersebut melintasi hidung ke perut untuk meneruskan makanan cair.
  • Alergi pada serbuk sari atau spora yang disebut hayfever.
  • Mengidap kanker sumsum tulang (leukemia) atau anemia aplastik, yaitu kondisi saat sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah.
  • Penyakit asam lambung akibat refluks atau naiknya asam lambung dari perut ke tenggorokan.
  • Iritasi yang disebabkan alkohol atau rokok.
  • Mengidap penyakit Kawasaki yang umumnya menyerang balita.
  • Peradangan pada lapisan mulut yang dapat disebabkan kemoterapi atau radioterapi.

 

Pengobatan Sakit Tenggorokan

Umumnya sakit tenggorokan dapat sembuh dalam kurang dari satu minggu. Beberapa tips dan obat-obatan dapat membantu memperingan gejala yang Anda alami.
Pertolongan pertama mengobati sakit tenggorokan
Anda disarankan melakukan beberapa hal berikut jika sedang terkena sakit tenggorokan:
  • Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak.
  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok.
  • Berkumurlah dengan air garam atau obat kumur antiseptik untuk mengurangi rasa sakit.
  • Jika sakit tenggorokan Anda disertai demam, konsumsi cukup air minum.
  • Pasien dewasa dapat mengisap es batu atau permen pelega tenggorokan.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin karena keduanya dapat menyebabkan iritasi.
Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit
Analgesik atau obat-obatan seperti ibuprofen dan parasetamol umumnya disarankan untuk menangani sakit tenggorokan, terutama jika disertai demam. Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsinya:
  • Selalu baca petunjuk penggunaan obat agar tidak kelebihan dosis.
  • Hindari aspirin dan ibuprofen jika Anda mengalami atau pernah mengalami sakit ginjal atau hati, serta masalah perut seperti tukak atau radang dinding lambung.
  • Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.
Penggunaan antibiotik
Berikut ini adalah alasan kenapa antibiotik tidak disarankan diberikan untuk menangani sakit tenggorokan:
  • Menggunakan terlalu banyak antibiotik untuk menangani penyakit sederhana dapat mengakibatkan penggunaannya menjadi tidak efektif saat menangani penyakit berbahaya dimasa yang akan datang.
  • Umumnya sakit tenggorokan lebih sering disebabkan oleh virus dibandingkan oleh bakteri jadi antibiotik tidak akan mempan melawan virus.
  • Bahkan jika sakit tenggorokan yang Anda derita disebabkan oleh bakteri, dampak antibiotik terhadap penyakit ini sangat sedikit. Sebaliknya justru dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.
Akan tetapi pada situasi tertentu, dokter tetap meresepkan antibiotik, yaitu:
  • Pada pengidap gangguan katup jantung.
  • Sakit tenggorokan Anda benar-benar parah dan tidak tertahankan.
  • Saat Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti carbimazole untuk menangani kelainan kelenjar tiroid. Obat-obatan semacam ini bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh.
  • Saat sistem kekebalan Anda melemah karena gagal ginjal atau diabetes, sehingga Anda berisiko mengidap infeksi serius.
  • Berulang kali mengidap infeksi akibat bakteri streptokokus kelompok A.
  • Anda punya riwayat pernah mengidap demam rematik, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan yang menyebar ke seluruh tubuh.
Bedah tonsilektomi
Prosedur ini dilakukan jika seorang anak mengalami infeksi amandel/tonsil  berulang kali. Tonsilektomi dijalankan dengan mengangkat kedua amandel.

Kondisi Darurat

Sakit tenggorokan umumnya dapat ditangani di rumah, tapi Anda perlu berobat ke dokter secepatnya jika sakit tenggorokan Anda disertai gejala-gejala berikut ini:
  • Air liur mengalir tidak terkendali.
  • Mengi.
  • Susah bernapas, menelan, atau bicara.
  • Disfagia atau kesulitan menelan makanan dan minuman.
  • Suara nyaris tidak terdengar.
  • Ruam.
  • Nyeri pada sendi.
  • Darah pada air liur.
  • Benjolan pada leher.
  • Sakit pada telinga.

Gejala Penyakit yang Lebih Serius

Terdapat kemungkinan bahwa sakit tenggorokan Anda dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan yang tidak mereda hingga lebih dari 3 minggu. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang mungkin dialami:
Kanker
Sakit tenggorokan yang bersifat menetap atau tidak kunjung sembuh dapat menjadi gejala dari beberapa jenis kanker, seperti kanker tenggorokan. Jenis kanker ini umumnya menyerang orang berusia lebih dari 50 tahun.
Penyakit demam kelenjar
Demam kelenjar yang juga sering disebut infeksi monokleosis ini sering menyerang remaja dan dewasa muda berusia 15 hingga 30 tahun. Infeksi virus dengan gejala sakit tenggorokan ini dapat berlangsung hingga 6 minggu.

Apa Saja Cara Mencegah Sakit Tenggorokan?

Umumnya sakit tenggorokan sulit dicegah karena disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Hal-hal berikut ini dapat mengurangi risiko infeksi:
  • Berhenti merokok dapat memperkuat kekebalan tubuh Anda dan mengurangi risiko iritasi pada tenggorokan.
  • Selalu cuci tangan dengan teratur, terutama setelah menggunakan fasilitas umum. Selalu bawa cairan antiseptik jika Anda jauh dari jangkauan keran air.
  • Bersihkan barang-barang yang sering digunakan bersama di rumah atau tempat kerja, seperti gagang telepon, gagang pintu, pengendali TV.
  • Hindari berbagi-bagi makanan, minuman, serta peralatan makan dan minum.
  • Kenakan masker saat berkendaraan dan ketika berada di tempat-tempat umum yang penuh dengan kerumunan orang seperti dalam bus dan kereta. Masker juga sebaiknya dikenakan saat sedang bersih-bersih.
  • Hindari asap rokok.

 

Indikasi Bisacodyl serta Efek sampingnya

Nama Generik: Bisacodyl

Nama Merek: Bicolax, Dulcolax, Laxacod, Laxamex, Stolax

Definisi

Bisacodyl adalah laksatif yang merangsang pergerakan usus.
Bisacodyl digunakan untuk mengobati konstipasi atau untuk mengosongkan usus sebelum operasi, colonoscopy, x-ray, atau prosedur medis berkenaan dengan pencernaan lain.
Bisacodyl juga digunakan untuk kebutuhan lain yang belum terdapat pada daftar  ini.

Informasi Penting

Jangan menggunakan bisacodyl jika anda mengalami sakit perut, mual atau muntah sampai dokter anda memberikan petunjuk. Jika anda memiliki gangguan pada perut lebih dari 2 minggu, konsultasikan kondisi anda kepada dokter sebelum menggunakan laksatif.
Jangan menggunakan produk ini lebih dari seminggu, kecuali dokter anda memberikan petunjuk lain.
Pendarahan rektal atau kegagalan pergerakan usus setelah menggunakan laksatif dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Hentikan penggunaan bisacodyl dan hubungi dokter anda.

Efek Samping

Panggil pertolongan medis darurat jika anda memiliki tanda apapun dari reaksi alergi ini:
·    Gatal dengan kulit kemerahan
·    Sulit bernapas
·    Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Hubungi dokter anda jika anda memiliki efek samping serius berikut:
·    Urin lebih sedikit daripada biasanya
·    Rasa kantuk, perubahan suasana hati, meningkatnya rasa haus, hilang nafsu makan, mual dan muntah
·    Bengkak, meningkatnya berat badan, napas terasa pendek
·    Pendarahan rektal (dubur)
·    Nyeri atau kram perut yang parah, diare atau muntah yang parah atau berkelanjutan
·    Rendah potassium (detak jantung tidak beraturan, rasa haus yang ekstrim, sering buang air kecil, rasa tidak nyaman pada kaki, lemah otot)
Efek Samping lain adalah:
·    Pusing, lemah
·    Meningkatnya rasa haus
·    Sakit perut ringan, perut kembung
·    Diare
·    Mual ringan
·    Ruam kulit
Gejala efek samping di atas belum lengkap dan dapat muncul gejala lain.

Kamis, 02 Juni 2016

Indikasi Metformin Serta Efek Sampingny

Metformin

 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Metformin adalah obat penurun gula darah bagi penderita kencing manis (diabetes). Terdapat beberapa golongan obat diabetes. Metformin termasuk dalam golongan obat yang bekerja menghambat pembentukan gula di dalam hati.
Di antara berbagai obat diabetes, metformin adalah obat lini pertama, artinya bagi penderita diabetes tanpa komplikasi berat metformin adalah obat pertama yang akan diresepkan. Metformin juga sangat cocok untuk penderita diabetes dengan tubuh gemuk.
Terdapat beberapa kondisi atau penyakit penyerta di mana metformin tidak boleh diberikan, yakni
  1. Alergi (hipersensitivitas) terhadap metformin;
  2. Penyakit jantung kongesti;
  3. Peningkatan keasaman darah;
  4. Gagal ginjal;
  5. Wanita yang sedang menyusui.

Pemberian metformin perlu pengawasan dari tenaga medis untuk pasien dengan kondisi berikut:
  1. Dehidrasi;
  2. Gizi buruk;
  3. Gangguan fungsi hati;
  4. Demam;
  5. Trauma;
  6. Akan mengikuti operasi;
  7. Pasien usia tua.

EFEK SAMPING

Metformin adalah obat diabetes yang aman. Beberapa efek samping berikut pernah dilaporkan tetapi angka kejadiannya sangat jarang, yakni:
  1. Diare;
  2. Banyak buang gas;
  3. Rasa lelah;
  4. Nyeri-nyeri otot;
  5. Infeksi saluran nafas bagian atas;
  6. Gula darah rendah (hipoglikemia);
  7. Penurunan kadar vitamin B-12 dalam tubuh;
  8. Sulit buang air besar;
  9. Sakit maag.

DOSIS

Metformin berbentuk obat tablet. Terdapat tiga pilihan kemasan, yakni metformin 500 mg, 850 mg, dan 1000 mg. Namun yang paling sering digunakan ialah metformin 500 mg. Metfomrin sering dilaporkan menyebabkan mual oleh karena itu metformin sebaiknya dikonsumsi sesaat setelah makan atau setelah makan suapan pertama. Metformin dikonsumsi 2-3 kali sehari. Metformin tersedia dalam bentuk obat generik maupun obat paten.
Untuk pengobatan diabetes, metformin diberikan dalam dosis 1500-2550 mg sehari yang terbagi ke dalam 2-3 kali minum. Pada awal-awal, metformin diberikan dalam dosis 500 mg. Kemudian dilihat respon pengobatan. Bila kadar gula belum memenuhi target, dosis metformin ditingkatkan setiap 1-2 minggu. Dosis maksimum yang diperbolehkan ialah 2550 mg per hari. Pada pasien usia lanjut, perlu diawasi karena efek samping biasanya lebih sering dijumpai.

Indikasi Glibenclamid serta Efek Sampingnya

Glibenclamid

 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

Glibenclamid adalah obat penurun gula darah bagi penderita kencing manis (diabetes). Terdapat beberapa golongan obat diabetes. Glibenclamid termasuk dalam golongan obat yang disebut sebagai sulfonilurea. Golongan obat ini bekerja dengan cara meningkatkan hormon insulin. Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk membantu pemasukan gula ke dalam sel-sel otot sehingga otot dapat menggunakannya sebagai sumber energi. Pada penderita diabetes, terjadi kekurangan insulin atau tidak berfungsinya insulin yang ada.
Di antara berbagai obat diabetes, glibenclamid adalah salah satu obat yang sering diberikan untuk pasien. Glibenclamid sering digunakan dalam kombinasi dengan metformin. Waktu kerja glibenclamid mencapai 24 jam sehingga praktis hanya perlu satu kali minum sehari. Glibenclamid juga sangat cocok untuk pasien diabetes dengan berat badan normal atau kurus.
Terdapat beberapa kondisi atau penyakit penyerta di mana glibenclamid tidak boleh diberikan, yakni
  1. Alergi (hipersensitivitas) terhadap glibenclamide;
  2. Diabetes melitus tipe I yang biasa terjadi pada anak-anak.

Pemberian glibenclamid perlu pengawasan dari tenaga medis untuk pasien dengan kondisi berikut:
  1. Pasien yang berisiko mengalami gula rendah (hipoglikemia), yakni pasien usia lanjut, pasien dengan keterbelakangan mental, dan pasien dengna gizi buruk;
  2. Kelainan fungsi ginjal;
  3. Kelainan fungsi hati.

EFEK SAMPING

Glibenclamid secara umum adalah obat diabetes yang aman. Beberapa efek samping yang pernah dilaporkan ialah:
  1. Kemerahan pada kulit dan reaksi alergi;
  2. Rasa panas di dada;
  3. Gula rendah (hipoglikemia);
  4. Mual;
  5. Muntah;
  6. Peradangan hati.

DOSIS

Glibenclamid merupakan obat berbentuk tablet dengan sediaan dosis 2,5 mg dan 5 mg. Glibenclamid tersedia luas baik sebagai obat generik maupun obat paten. Glibenclamid memiliki waktu kerja lama sehingga cukup diminum satu kali sehari dan sebaiknya diminum pawa waktu atau jam yang sama setiap harinya. Glibenclamid sebaiknya diberikan 15-30 menit sebelum makan.
Sebagai obat diabetes, glibenclmaid diberikan mulai dari dosis 2,5 mg sambil mengamati respon gula darah pasien. Dosis  dapat ditingkatkan sesuai dengan respon gula pasien. Dosis yang biasa digunakan ialah 2,5-20 mg per hari. Dosis maksimal sehari sebesar 20 mg.